Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘DIALOG AGAMA’ Category


Oleh Adnan Buyung Nasution
Advokat/ Guru Besar Hukum Tata Negara

“Pemerintah pusat cq Presiden, cq Mendagri perlu mengoreksi tindakan pemerintah daerah yang telah mengambil wewenang pemerintah pusat dalam bentuk pelarangan aktivitas jemaat Ahmadiyah. Menteri Dalam Negeri juga perlu melakukan koreksi terhadap Surat Mendagri No 450/3457/Sj tertanggal 24 Agustus 2010, bahwa esensi dari SKB 3 menteri ialah untuk melindungi dan menjamin kebebasan Jemaat Ahmadiyah Indonesia untuk memeluk agama dan beribadah sesuai dengan agama dan keyakinannya.’’
(more…)

Advertisements

Read Full Post »


TEMPO Interaktif, Di sebuah negara hukum dan negara yang menjamin terlindunginya hak asasi manusia dalam konstitusinya, munculnya peraturan yang dikeluarkan oleh beberapa kepala daerah yang melarang aktivitas Jemaat Ahmadiyah, seperti di Jawa Timur dan Jawa Barat serta beberapa kabupaten/kota lainnya di Indonesia, merupakan suatu gejala yang sangat memprihatinkan. Menurut saya, peraturan gubernur atau peraturan bupati/wali kota seperti itu bukan hanya merupakan kekeliruan fatal dalam cara berpikir, tapi juga fatal dari sudut pandang konstitusi dan perundang-undangan.

Peraturan kepala daerah tersebut justru membawa masyarakat semakin jauh dari cara berpikir yang matang dan dewasa, serta terdegradasi ke dalam cara berpikir yang mundur dan tidak mencerdaskan. Pada saat yang sama, kehadirannya juga merupakan delegitimasi luar biasa terhadap sebuah eksistensi Indonesia sebagai negara hukum.
(more…)

Read Full Post »


Oleh: Akhmad Sahal

Ahmad Rofiqi juga merujuk pada surat diplomatik Abu Bakr untuk menopang pendapatnya bahwa kaum murtad wajib diperangi dan dibunuh semata-mata karena kemurtadannya. Rofiqi menulis:

“Surat diplomatik Khalifah Abu Bakar ra ini berbunyi jelas, ketika menggambarkan alasan perang yang ia lakukan adalah: “…keluarnya orang-orang diantara kalian dari agamanya setelah tadinya mengakui Islam dan mengamalkannya”. Jadi alasannya adalah: “keluar dari agama” atau murtad. …..Abu Bakar ra tidak membicarakan tentang masalah isu keamanan negara dan sejenisnya. Beliau hanya menyebutkan alasan utama perang adalah memberantas kemurtadan nabi palsu.”

Kesimpulan Rofiqi: perang yang dilakukan Khalifah Abu Bakr, yang belakangan disebut dengan “perang melawan kemurtadan” (huruub al-ridda), adalah murni masalah teologis, dan tidak ada sangkut pautnya dengan isu-isu keamanan negara seperti separatism, pemberontakan, dan sejenisnya.
(more…)

Read Full Post »

Tulisan saya di Koran Tempo, “Nabi Palsu, Sikap Nabi dan Ahmadiyah” ditanggapi secara keras oleh Dr. Syamsuddin Arif di Hidayatullah.com dan Ahmad Rofiqi di notes facebook-nya.
(Untuk tulisan saya, lihat: http://www.tempointeraktif.com/hg/kolom/2011/02/16/kol,20110216-324,id.html
Untuk tulisan Dr. Syamsuddin Arif, lihat: http://www.hidayatullah.com/read/15606/28/02/2011/-menyikapi-%E2%80%98nabi-palsu%E2%80%99-dan-ahmadiyah-%281%29.html
Untuk tulisan Ahmad Rofiqi, lihat:http://www.facebook.com/#!/notes/ahmad-rofiqi/kasus-nabi-palsu-dan-sikap-rasulullah-saw-tanggapan-terhadap-akhmad-sahal-di-maj/10150121665244681
Juga lihat:http://pemikiranislam.multiply.com/journal/item/26)
(more…)

Read Full Post »

Mengaji Al-Qur'an

Mengaji Al-Qur'an

Ketika menjalankan tugas sebagai Visiting Scholar di SOAS University of London (2003) dan di Center for Muslim-Christian Understanding (CMCU), Georgetown University, Washington, DC, suatu lembaga yang dibentuk Pemerintah pascakejadian dahsyat 11 September di Amerika Serikat (2003-2004), pertanyaan yang amat berat untuk dijelaskan ialah konsep jihad di dalam Islam. Ini disebabkan karena alasan tunggal para teroris yang diklaim sebagai kelompok Al-Qaeda dalam menjalankan aksinya ialah jihad, perang suci yang dilancarkan untuk melawan musuh-musuh Islam. Dipersulit lagi dengan lahirnya buku The Best Seller karya seorang murtad, alumni dan mantan guru besar di Universitas Al-Azhar, Cairo Mesir, Mark A Gabril yang berjudul Islam and Terrorism dan buku-buku Ibnu Warraq yang provokatif itu.

Buku-buku mereka sangat menghebohkan karena seperti dikatakan Mark Gabriel, yang teroris sesungguhnya bukanlah umat Islam melainkan Al-Quran dan Hadis. Umat Islam hanya sebagai korban (victims). Ia mengumpulkan sejumlah potongan ayat dan hadis yang bisa membuat darah umat Islam mendidih untuk memerangi orang kafir (non-Islam). Buku ini betul-betul sangat menyesatkan, karena sebagai mantan ilmuan Islam dan praktisi Islam, ia tahu kelemahan umat Islam. Pertanyaan mahasiswa di dalam kelas betul-betul memojokkan Islam sebagai agama teroris atau agama barbarian.
(more…)

Read Full Post »

%d bloggers like this: