Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Pengadilan Progresif’

Bangsa dan negara ini menghadapi aneka masalah besar, menggunung, dan berat. Pengadilan hanya menambah beban bangsa jika harapan masyarakat terus dikecewakan. Sebaliknya, pengadilan akan membantu mengurangi beban bangsa jika hakim tidak hanya berpikir menerapkan UU, tetapi secara progresif menjadi vigilante.” (Satjipto Rahardjo: 2007)

Keresahan Almarhum Satjipto Rahadjo juga dirasakan bersama. Bagaimana tidak, sejak 1998 tujuan reformasi hukum belum sepenuhnya tercapai. Perubahan belum menyentuh perilaku yang diharapkan. Hasil survei Political and Economic Risk Consultancy (PERC) pada 2008 lalu atas judicial system di Asia, masih menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-12, jauh di bawah Singapura pada peringkat ke-2. Hal ini menunjukkan rendahnya kinerja lembaga hukum, dimana praktik mafia peradilan atau judicial corruption masih marak terjadi. Sorotan masyarakat akan rekam jejak buruk lembaga hukum kita tahun ini dengan reaksi keras publik atas proses hukum Bibit Waluyo-Chandra M. Hamzah sebagai upaya melemahkan lembaga yang memberas korupsi.

Benar saat ini proses hukum banyak menyentuh pejabat tinggi, produk UU setiap saat disahkan, dan berbagai institusi dan kebijakan dibentuk. Akan tetapi semuanya baru perubahan bentuk dan sitem ketatanegaran dan banyak sifatnya seremonial dan trend belaka. Reformasi belum menyentuh masalah mendasar perilaku korupsi di semua kalangan dan lapisan masyarakat. Korupsi semakin terbuka dan mewabah di segala penjuru, di daerah-daerah dan segala golongan, jabatan dan lapisan. Di perdengarkannya rekaman pembicaraan di MK membuktikan penegakakan hukum diwarnai penghianatan dan ketidakjujuran. Jika penegak hukum mau bertindak korup, maka sistem ideal apapun tidak akan ada artinya. Negara hukum hanya indah tercantum dalam konstitusi tanpa makna dan hanya menjadi klaim bernegara hukum.

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

%d bloggers like this: